sudah baca postingan kedua sebelum ini?
kalau belum, baca deh (komentarnya).
yap. yang penting komentarnya.. hehe..
jadi ada orang bernama Adi yang nanya, kenapa di postingan itu, kata 'pacar' ditulis terakhir setelah sobat, teman, dan sahabat. lha emangnya kenapa, kan terserah saya.. toh saya yang nulis.. ya kan?
saya mau kasih tahu aja, biar kata 'pacar'nya ditulis terakhir, tapi pacar saya tetep duluan kok di hati saya.. begitu..
dan, sesuai saran orang tersebut, saya mau mengucapkan terimakasih buat orang yang udah baik hati nemenin saya ngerjain beban pelajar yang bikin males tersebut... makasih selalu ada..
buat orang yang merasa, silakan tinggalkan komentar Anda..
:D :D
hi, Adi, this is for you... :D
Tampilkan postingan dengan label senja (sok) tahu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senja (sok) tahu. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 April 2011
Selasa, 22 Februari 2011
di antara dua
obsesi. oke. tentang apa obsesi yang akan dibahas kali ini?
pernah dengar obsesi menyukai seseorang? biasanya, orang-orang terobsesi karena menyukai. tapi yang ini beda. setiap hari, setiap saat, selalu berusaha memikirkan orang yang ia obsesikan untuk disukainya *ngerti ga? kalau gak ngerti, jangan salahin diri sendiri karena itu salah saya. orang yang seperti itu, berarti orang yang di antara dua. satu, dia orang sok mau. orang yang kehilangan dirinya dari lingkungan sekitarnya. dan kemungkinan yang kedua, dia adalah orang yang telah menekan rasa-rasanya, tapi masih berharap orang-orang mengetahui (pe)rasa(an)nya. rasanya pilihan kedua lebih tepat.
pernah dengar obsesi menyukai seseorang? biasanya, orang-orang terobsesi karena menyukai. tapi yang ini beda. setiap hari, setiap saat, selalu berusaha memikirkan orang yang ia obsesikan untuk disukainya *ngerti ga? kalau gak ngerti, jangan salahin diri sendiri karena itu salah saya. orang yang seperti itu, berarti orang yang di antara dua. satu, dia orang sok mau. orang yang kehilangan dirinya dari lingkungan sekitarnya. dan kemungkinan yang kedua, dia adalah orang yang telah menekan rasa-rasanya, tapi masih berharap orang-orang mengetahui (pe)rasa(an)nya. rasanya pilihan kedua lebih tepat.
Langganan:
Postingan (Atom)